Sabtu, 16 Juni 2012

Gus Dur : Bangsa Indonesia Penakut

Tersentak atas ungkapan Gus Dur ketika wawancara dalam Kick Andy, edisi 15 Nov 2007, yang disiarkan ulang dalam refleksi obituari oleh Metro TV. Ungkapan itu terasa kena sekali dalam hati kita yang prihatin akan keadaan bernegara yang sedang dan nantinya kita jalani bersama. Baiknya kita renungkan sebelum Ibu Pertiwi Tanah Air merengkuhnya kembali ke dalam pangkuannya di bumi Jombang.
Atas pertanyaan bung Andy tentang peristiwa di balik pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI ke-4 pada tanggal 23 Juli 2001; Gus Dur mengatakan hal itu adalah pelanggaran hukum, sampai waktu itu (acara Kick Andy itu) beliau masih tidak dapat menerimanya. Karena sampai hari itupun tidak pernah terbukti apa kesalahan beliau sebagai Presiden. Tetapi ihwal pelengseran itu adalah proyek politik MPR oleh Amien Rais (yang disembunyikan dari beliau) dan pelanggaran konstitusional tentang insubkoordinasi yang dilakukan oleh Kapolri Bimantoro dan Widodo AS. Pansus yang berkali-kali sidang yang seharusnya tertutup, ternyata membuka sedikit bocoran yang telah didengarnya.  Digelar Sidang Istimewa tanpa kehadiran Gus Dur sebagai Presiden bahkan mengangkat Wapres Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI ke-5. Di sinilah Gus Dur mengatakan bahwa: Bangsa ini penakut ! Karena tidak berani dan tidak mau bertindak kepada yang bersalah.
Malam itu juga Gus Dur meninggalkan istana dengan mengenakan celana pendek dan bersandal. Tujuannya agar sebagian rakyat yang marah atas ulah Amien Rais cs, menjadi dingin hatinya tidak jadi marah. Padahal bagi pihak yang antipati terhadapnya, hal itu menodai kesakralan simbol istana negara. (Pada masa Gus Dur, Istana Negara berubah menjadi Istana Rakyat). Gus Dur memang lain pertimbangannya. Ketika 300.000 tandatangan terkumpul malam itu untuk memohon beliau bertahan dan massa jutaan orang dari Jawa Timur siap ke Jakarta, Gus Dur menahan mereka demi mencegah perpecahan dan pertumpahan darah demi dirinya.
Siapakah yang paling bertanggungjawab atas pelanggaran konstitusi itu?  Gus Dur: Amien Rais dan Megawati. Dendamkah dia? Gus Dur: Tidak. Sudah saya maafkan tetapi tidak lupa. Yang pantas jadi musuh saya hanya 1, pak Harto. Tetapi diapun sudah saya maafkan. Jadi saya tidak punya musuh. Dalam wawancara eksklusif Metro TV 29 September 2009, beliau mengungkapkan bahwa pak Harto pernah melakukan 3 kali percobaan pembunuhan terhadapnya, berkali-kali gagal juga antara lain berkat bantuan dan info Benny Moerdani, pak Harto berkali-kali berusaha menggagalkan beliau terpilih jadi ketua PBNU. Gus Dur tidak pernah dendam pribadi bahkan mengatakan bahwa apapun yang dilakukan pak Harto adalah demi kepentingan bangsa ini, demi alasan-alasan politiknya sendiri.  Pak Harto adalah orang yang sangat tidak demokratis. Di kemudian hari malahan Gus Dur adalah orang pertama yang memintakan pengampunan bangsa ini bagi pak Harto.
Siapakah yang mendorong kesediaannya menjadi Presiden? Ada 5 orang sesepuhnya yang menyuruhnya. Sebagai orang pesantren, apapun yang diperintahkan sesepuh ulama, akan dipenuhinya, ibaratnya masuk api sekalipun.
Menurut Gus Dur, ada 4 hal penting bagi tegaknya demokrasi, adalah:
1. Penegakan hukum
2. Pemberantasan korupsi, terus dan terus.
3. Asas Keadilan sebagai konsekuensinya.
4. Kesadaran bahwa harus terus melakukan perubahan-perubahan.
Gus Dur menunaikan tugasnya secara Excellent dalam Keislaman, Keindonesiaan dan Kemanusiaan.
Gus Dur matahari Indonesia dalam demokrasi, egalitarianisme, pluralisme, humanis, pendekar bagi minoritas Tionghoa Konghucu.
“GITU AJA KOK REPOT” senantiasa mengembalikan kita lagi pada hakekat sebagai sesama manusia, yang seharusnya saling mengasihi karena saling bersaudara.
Sebenarnya saya tidak ingin mengotori artikel ini dengan ingatan kejadian buruk si GJA dan Pohan, Centurygate, ketidaktegasan Presiden SBY sumber ketidaknyamanan bernegara kita (sebagaimana disimpulkan Anies Baswedan), tetapi karena kejadiannya berlangsung di hari yang sama dengan kepergian fisik Gus Dur meninggalkan kita, bahkan Presiden SBY adalah orang terakhir yang sempat bertemu Gus Dur sebelum beliau wafat; maka semoga hanya hal-hal terbaik yang akan kita jumpai di depan.
Pak SBY, mohon tegur Pohan! Dan semoga ruh demokrasi teladan Gus Dur bisa terserap sepenuhnya diestafetkan ke tangan Bapak di saat-saat terakhir beliau.
Presiden Soekarno: Jangan sekali-sekali melupakan sejarah ! Agar tidak terulang kepahitan dan kekejamannya.
Selamat Jalan Gus Dur, bangsa Indonesia berterima kasih kepadamu.
ALLAH SWT, mohon terimalah Gus Dur di sisi-Mu dan mohon lindungan-Mu untuk bangsa ini. Amien.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...